Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Daerah

Diduga Proyek APBD Dibangun Diatas Material Golongan C Tak Berizin, Konsorsium Tiga Lembaga Layangkan Surat ke Dinas PUPR Konawe Utara

badge-check

Diduga Proyek APBD Dibangun Diatas Material Golongan C Tak Berizin, Konsorsium Tiga Lembaga Layangkan Surat ke Dinas PUPR Konawe Utara Perbesar

WANGGUDU – Tiga lembaga konsorsium melayangkan surat klarifikasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait dugaan penggunaan material golongan C tak berizin pada pembangunan sejumlah proyek Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam surat tersebut, ketiga lembaga konsorsium dari hasil penelusuran pengumpulan informasi di lapangan terdapat dugaan kuat jika sejumlah proyek APBD Dibangun menggunakan material golongan C tak berizin alias ilegal, khususnya pasir dan batuan.

Ketiga lembaga yang mempertanyakan asal muasal material golongan C itu adalah Forum Kajian Masyarakat Hukum dan Lingkungan Sulawesi Tenggara (Forkam HL Sultra), DPC LIRA Konawe Utara danJaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Nasional (JPKP ).

Sejumlah proyek APBD yang disoal diantaranya, proyek pembangunan pagar, gedung kantor, draenase, CBD Konasara dan stadion mini Konasara di Kecamatan Molawe.

“Beberapa hari ini kan sorotan publik Konawe Utara begitu tajam soal penggunaan material golongan C yang diduga kuat tidak memiliki izin. Makanya kami melayangkan surat kepada Dinas PUPR untuk mendapatkan jawaban langsung dari instansi terkait,” ujar Ketua Harian Forkam HL Sultra, Iqbal, Sabtu (12/9/2026).

Kata Iqbal, penggunaan material yang belum terverifikasi kualitasnya berdampak pada buruknya pembangunan, contohnya bangunan CBD Konasara yang dibangun baru sekitar dua tahun namun sudah mengalami kerusakan.

Hal tersebut sangat disayangkan, mengingat CBD Konasara merupakan ikon Ibukota Kabupaten Konawe Utara dibangun dengan angka yang sangat pantastis.

“Tahun 2026 ini, proyek pembangunan APBD yang diberada di Pagu DPA Dinas PUPR itu sekitar Rp208 Miliar. Kan kasian uang rakyat, jika awalnya saja dimulai dari sesuatu yang tidak baik pasti kualitasnya berpengaruh,” katanya.

“Makanya kita Surati Dinas PUPR, kita mau dengar langsung penjelasan instansi terkait. Apakah semua material golongan C yang digunakan itu sudah berizin dan benar-benar telah diverifikasi oleh lembaga resmi,” sambung Iqbal.

Iqbal dengan lantang mengingatkan Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara untuk tidak main-main dengan uang rakyat. Pasalnya, sejauh ini di Bumi Oheo izin pengelolaan dan pengangkutan golonga C belum ada yang dikeluarkan.

“Kita mewanti-wanti memang, jangan sampai instansi terkait mengamili hal yang keliru. Maka dari itu kita minta audiensi dengan Dinas PUPR. Mari perlihatkan datanya jika memang ada,” imbuhnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media ini masih berupa mengkonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe Utara.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Forkam HL Sultra Dorong Raperda Pemberdayaan Pengusaha Lokal Konawe Utara di Sektor Tambang

6 Okt 2026 - 13:48 WIB

Forkam HL Sultra Dorong Raperda Pemberdayaan Pengusaha Lokal Konawe Utara di Sektor Tambang

Forkam HL Sultra Serahkan Laporan Dugaan Pengaturan Tender 12 Proyek di Konut ke KPK

3 Okt 2026 - 19:30 WIB

Forkam HL Sultra Serahkan Laporan Dugaan Pengaturan Tender 12 Proyek di Konut ke KPK

Dugaan Pengaturan Penawaran 12 Paket Proyek di Konut Hingga Indikasi Keterlibatan Oknum LPSE Mencuat

2 Okt 2026 - 11:36 WIB

Dugaan Pengaturan Penawaran 12 Paket Proyek di Konut Hingga Indikasi Keterlibatan Oknum LPSE Mencuat

Wakil Bupati Konut Soroti Dua Desa Belum Terjangkau PLN

1 Okt 2026 - 17:56 WIB

Wakil Bupati Konut Soroti Dua Desa Belum Terjangkau PLN

Forkam HL Sultra Desak Kontraktor Proyek APBD Utamakan Tenaga Kerja Lokal

30 Sep 2026 - 13:11 WIB

Forkam HL Sultra Desak Kontraktor Proyek APBD Utamakan Tenaga Kerja Lokal
Trending di Daerah