WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, mendorong pemerataan akses listrik melalui usulan 280 calon penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) serta penyelesaian persoalan jaringan listrik di dua desa yang belum terjangkau PLN.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, saat menghadiri kegiatan Sinkronisasi Usulan Program Listrik Pedesaan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (1/10/2026). Ia hadir mewakili Bupati Konawe Utara, H. Ikbar.

Dalam pertemuan tersebut, Abuhaera mengungkapkan bahwa hingga kini masih terdapat dua desa di Konawe Utara yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, yakni Desa Tapunopaka dan Desa Labengki.
Menurutnya, pemerataan akses listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius, terutama bagi warga di wilayah yang belum tersambung jaringan PLN.
Selain memperjuangkan perluasan jaringan listrik, Pemkab Konut juga mengusulkan sebanyak 280 calon penerima program BPBL pada 2026. Usulan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sambungan listrik baru.
“Usulan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses listrik,” ujar Abuhaera.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti persoalan ketidakstabilan tegangan listrik yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Konawe Utara.
Abuhaera berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menindaklanjuti berbagai persoalan tersebut, baik menyangkut perluasan jaringan, bantuan sambungan listrik baru, maupun peningkatan kualitas pasokan listrik.
“Kami berharap permasalahan kelistrikan di Konawe Utara dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan listrik yang lebih baik dan stabil,” harapnya.
Melalui sinkronisasi usulan program listrik pedesaan tersebut, Pemkab Konawe Utara berharap kebutuhan kelistrikan masyarakat dapat menjadi perhatian dalam perencanaan program, sehingga pemerataan akses dan peningkatan kualitas layanan listrik dapat terus diwujudkan di wilayah Konawe Utara.(Red)























