KENDARI – Kepala Teknik Tambang (KTT) Aquila Nickel Group, Yovi Fajar Tindangen, membagikan wawasan mengenai peluang karier bagi lulusan kehutanan di sektor pertambangan dalam kegiatan Perencanaan Karir #Series 2: Ragam Profesi dan Peran Rimbawan yang diselenggarakan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari Jurusan Kehutanan dan Teknik Lingkungan yang ingin memperluas wawasan mengenai ragam profesi serta mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Dalam pemaparannya, Yovi membagikan pengalaman profesional sekaligus menjelaskan bahwa sektor pertambangan membuka peluang bagi lulusan kehutanan untuk berkontribusi dan mengembangkan karier. Menurutnya, latar belakang pendidikan perlu diimbangi dengan kompetensi, pengalaman, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan dan kebutuhan industri.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan dengan aktif mengembangkan potensi diri. Hal tersebut dapat dilakukan melalui keterlibatan dalam organisasi, proyek, pelatihan, serta berbagai kegiatan lain yang relevan dengan bidang pekerjaan yang ingin ditekuni.
Upaya tersebut dinilai penting untuk membangun portofolio, meningkatkan daya saing, dan memperluas peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga bagaimana memanfaatkan waktu untuk mengembangkan diri dan membangun portofolio. Mahasiswa kehutanan juga memiliki peluang untuk bersaing dan membangun karier di sektor pertambangan selama terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri sesuai kebutuhan industri,” demikian pesan yang disampaikan Yovi dalam sesi tersebut.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih luas mengenai pilihan profesi, termasuk peluang berkarier di luar bidang pekerjaan yang selama ini identik dengan latar belakang pendidikan kehutanan.
Partisipasi Aquila Nickel Group dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Sulawesi Tenggara.
Sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja serta mendorong lahirnya tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan industri di masa depan.(Red)






















